Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci adat (30)
- RAWAYAN JATI SARENG SAD KAMANUSAAN, SUMBER AJEN INAJEN AKHLAK KASUNDAANKonsep Akhlak Sunda anu Islami pikeun Atikan di Institusi Formal, in-Formal, non-Formal
30 Mar 2004 - 2:10 pm
Luyu sareng udagan nu bade dihontal ku ieu "diskusi" nu diayakeun ku Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung, nyaeta "Sebuah Upaya Pewarisan Budi Pekerti kepada Siswa Sekolah" nu diluuhan ku para pangatik widang studi agama, hususna Agama Islam.
- KAJIAN SOSIO-BUDAYA MAKNA IKON FAUNA JAWA BARATSumbang Saran untuk Menentukan Ikon Fauna Khas Jawa Barat
1 Mar 2004 - 12:38 am
Masyarakat Jawa Barat, khususnya Etnis Sunda, pada umumnya mempunyai kebiasaan dalam MENGARTIKAN dan MEMAKNAI sesuatu yang bersifat eksternal dikaitkan dengan sesuatu yang internal. Hal ini terjadi karena kedekatan yang begitu erat dengan alam sekitar baik fisik/kontur alam, flora maupun fauna. Dengan demikian kekuatan Mithos Lama sebagai acuan berperilaku/berkehidupan masih mendapat perhatian yang sangat menentukan di masyarakat Sunda.
- Karesmen Ngertakeun Bumi Lamba
7 Nov 2003 - 3:44 am
Cikeruh Ulah Rek Kiruh, Kuduna Canembrang Herang.
Nya Ieu Sirah Cai Ci Sempur, Kudu Dirumat Sangkan Hirup Makmur.
Di dieu Tapak Sasaka, Sirah Walungan Jadi Pusaka.
Lamun Hirup Hayang Nanjung, Piara Ieu Sirah Cikapundung.
Ieu Sasaka Jadi Amanat, Sirah Cai Kudu Dirumat.
Sasaka Karaharjaan, Ku Miara Ieu Sungapan.
Ciri Bakti ka Lemah Cai, Ku Miara Ieu Sirah Cai.- TERUSIKNYA KEMESRAAN ANTARA RUANG KEHIDUPAN ALAMIAH DENGAN MANUSIA DALAM USAHA UNTUK NGERTAKEUN BUMI LAMBAOleh: H.R. Hidayat Suryalaga
13 Oct 2003 - 2:05 am
Dalam judul wacana di atas, ada satu "kalimat" yang mungkin terasa masih agak asing dalam pengertian kita yaitu "NGERTAKEUN BUMI LAMBA". Istilah tsb terambil dari Naskah Kuno SANGHIYANG SIKSA KANDA'NG KARESIAN (Th 1518 M), ketika pemerintahan Sang Prabu Siliwangi (Jaya Dewata, Sri Baduga Maharaja, Keukeumbingan Raja Sunu, Sang Pamanah Rasa - 1482 - 1521 M) di kerajaan Pajajaran. Dalam naskah tsb, dikatakan bahwa tugas manusia hidup di dunia adalah untuk Ngertakeun Bumi Lamba yang artinya MENJEJAHTERAKAN KEHIDUPAN DI DUNIA dan ini sepemaknaan dengan konsep RAHMATAN LIL ALAMIN.
- MAKNA ALAT TENUN TRADISIONAL MENURUT PADANGAN HIDUP URANG SUNDA (Bagian 1)H.R. Hidayat Suryalaga
25 Aug 2003 - 2:42 am
Pengertian "Urang Sunda" dalam judul di atas mungkin masih terasa samar. Untuk kesempatan sekarang saya membatasi pengertian "Urang Sunda" adalah yang merasa dirinya Urang Sunda dan "terbiasa" memberi makna terhadap benda-benda atau peristiwa berkebudayaan serta fenomena alam sekitar. Pemaknaan akan hal-hal ini bukanlah sesuatu yang sengaja dibuat-buat (jijieunan), tetapi bersandar pada kaidah bahwa setiap insan harus mampu MACA UGA DINA WARUGA, dan itu dimaknai sebagai kearifan untuk mengidentifikasikan diri MIKRO dengan diri MAKRO, jagat Sagir dan jagat Kabir. Sebenarnyalah cukup banyak kegiatan berkebudayaan yang diberi makna khusus sehingga bisa dijadikan sarana penelusuran arah pemikiran Urang Sunda dalam perjalanan hidupnya meniti RAWAYAN JATI (Shirath, Perennial, Brahman, Tao, Sangkan Paraning Dumadhi, Al Hikmah al-Muta'aliyah, Jawidan Khirad).





















